Jumat, 09 Oktober 2020

Menikah

 Banyak hal yg akhirnya harus kamu tinggalkan saat memutuskan untuk menikah.

Mulai dari bisa main sama temen sepuasnya, bisa jalan sm lain, dan lain lain. Sampai pada akhirnya kamu menjadi dewasa dg sendirinya.

Mungkin ada beberapa hal yang sebelumnya adalah satu tuntutan yg kemudian menjadikanmu pribadi yg lebih baik.

Yap.. pada akhirnya banyak hal yang bisa merubah saya, dan mungkin menjadikan itu sebagai kewajiban saya sbg seorang "istri".

Dulu rasanya rumah bukan tempat saya utk plg. Rumah hanya tempat singgah sejenak. Tapi sekarang, rumah tempat saya untuk pulang. Tempat saya yang semestinya. Tempat saya untuk menjalankan kewajiban saya sebagai seorang istri.

Tentu gak mudah menyatukan dua kepala menjadi satu. Menyatukan keluarga. Dan menyelaraskan sudut pandang dg menjadi kan satu visi dan misi.

Saya selalu berusaha keras untuk bisa menerima, dia pun begitu. Saya berusaha keras untuk memberikan yang terbaik dalam membangun rumah tangga ini, begitupun sebaliknya...

Beberapa masalah datang silih berganti namun terkadang pun tergoreskan kembali pada masalah yang sama..

Dia selalu meyakinkan saya bahwa kita bisa melewati semuanya berdua meski saya selalu mengatakan ragu dan ingin mundur saja. 

Terkadang rasanya saya belum siap dan merasa belum mampu menjadi istri yang baik utk nya.

Berkali-kali pun dia tetap meyakinkan saya dg penuh kesabarannya..

Saya amat sangat bersyukur karna memiliki dia. Suami yg sangat penyabar penuh maaf dan tidak pernah sekalipun emosi pada saya. Sebesar apapun kesalahan saya..

Hal tersulit dalam mengarungi rumah tangga untuk saya adalah menyatukan keluarga dan sudut pandang saya ttg apa itu keluarga.

Kita dibesarkan dg budaya dan cara yg berbeda. Saya terbiasa sendiri, dan seolah tak punya keluarga. Bahkan "rasa sayang" pun dari orang tua takpernah saya rasakan. Beda hal dg dia. Saya tidak suka diatur dan dicampuri masalah saya. Saya lebih suka memendam sepait apapun masalah hidup saya. Beda hal dg dia...

Terkadang saya merasa, sudahlah lebih baik kamu cari aja yg lebih bisa bikin kamu dekat sm keluarga kamu. Kamu cari aja yg satu frekuensi sama kamu..

Namun baginya itu bukan jalan keluar. Dia tetap saja berpegang teguh dg pendiriannya "tetap bersama sesulit apapun" 

Terkadang saya pun semangat lagi utk mempertahkan rumah tangga ini. Namun ragu itu selalu aja muncul lagi..

Entahlah.. Saya masih belum bisa selaras dg budayanya dan cara pandangnya, begitupun dg keluarganya..